Seperti yang sudah kita rasakan dan kita lalui sampai sekarang ini, kehidupan kita tak pernah jauh dari kata penggunaan air. Air merupakan Sumber Daya Alam pemberian Tuhan dan hal tersebut sangat andil dalam kehidupan kita di bumi ini, entah untuk lingkungan alam itu sendiri maupun untuk kesehatan tubuh pada pribadi masing-masing. Sebagai pengguna yang berurus niaga dengan alam, kita harusnya sadar akan bagaimana kondisi air yang ada pada saat ini, setidaknya sanggup pula memberikan peran baik untuk masa depan supaya kondisi air yang ada di bumi ini tidak lebih buruk dari sekarang.
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman?” (Qs Al Anbiya‘ : 30 )
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman?” (Qs Al Anbiya‘ : 30 )
Ayat di atas secara gamblang menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu yang hidup di dunia ini bahan baku penciptaannya berasal dari air. Namun sudahkah kita bersyukur dan beriman dengan adanya air di kehidupan kita?
Maraknya isu dan berita mengenai pencemaran air menjadi bukti bahwasannya kita sungguh tidak bersyukur juga tak acuh dengan kebersihan air. Hari demi hari kita selalu saja menyaksikan betapa pencemaran terhadap sumber daya alam ini masih terus berlaku, entah akibat dari limbah rumah tangga maupun industri yang dimuarakan di sumber air seperti danau, sungai ataupun laut yang sudah terlalu kritikal kecederaannya. Pelbagai kesadaran serta kiprah masyarakat dalam aksi bersih lingkungan telah sering dilakukan, namun hasilnya juga masih sering mendukacitakan. Padahal air merupakan ciptaan Tuhan yang diberikan secara semena-mena dan gratis penggunaannya hingga sebanyak apapun yang kita inginkan, tanpa harus membayar pada Tuhan. Maka kenapa begitu sukar kita untuk menjaga keselamatan bekal yang telah diberikan Tuhan ini?
Tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan Tuhan kepada kita sebagai pengguna secara implisit adalah untuk menghemat dan juga menjaga air yang ada supaya tetap tersedia dengan bersih. Perlu diketahui pula bumi ini sebagian besar tercipta dari air sehingga kita tahu bahwa air di dunia ini memang sangat banyak, namun 97% darinya hanya merupakan air laut yang asin, sedangkan air tawar yang bisa untuk diminum hanyalah sekitar 3% dan 1% darinya merupakan air yang mudah kita temukan. Bahkan 1% air yang mudah di temukan itu merupakan air yang terus dibagi ke seluruh penjuru dunia, sehingga kita harus tahu dan menyadari bahwa kita harus selalu berhemat akan penggunaannya.
Beberapa contoh kecil sebagai upaya penghematan air diantaranya adalah:
- Mematikan keran apabila air sudah tidak digunakan.
- Memberikan sebuah wadah dibawah keran yang masih saja mengucur air walau sudah dimatikan.
- Memilah penggunaan air bersih dan air tidak bersih dengan baik.
Dengan penerapan hal-hal kecil mengenai penghematan air tersebut bisa menjadikan lingkungan lebih terlihat bersih dan nyaman. Jalanan juga tidak didapati genangan air yang melebar kemana-mana dan mengganggu pejalan kaki. Tidak juga menjadikan tumbuh lumut yang merambat hingga terkadang membuat buruk pemandangan. Tanaman-tanaman juga menjadi tidak overwater sehingga tidak cepat membusuk sehingga dapat menjaga ekosistem tumbuhan. Terlebih apabila kita juga mampu menciptakan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan pada muara air, karena seringkali kita hanya sekedar sadar – akan buruknya dampak buang sampah sembarangan – tanpa mengimplementasikannya di kenyataan. Sehingga banyak sekali tercipta artikel ajakan untuk tidak membuang sampah sembarangan namun hanya memiliki makna nihil.
Sebenarnya hal ini cukup saja untuk lebih ke dalam peningkatan kesadaran bagi masing-masing individu bahwasannya kebersihan lingkungan alam merupakan asas utama dalam kehidupan yang sedang kita jalani saat ini hingga kelak, dan bahwasannya kita – sebagai masyarakat – seharusnya mampu memastikan dan menjadikan sumber ini bisa terus ada dan kekal. Perkara ini juga harus diberikan perhatian serius karena tanpa usaha yang berterusan mungkin suatu hari tak akan ada lagi sumber air yang benar-benar bersih untuk kehidupan jagat raya ini. Mungkin pula suatu hari nanti untuk merasakan air saja harus terpaksa melalui suatu proses kompleks supaya bisa mendapati air yang benar-benar bersih dan selamat.
Semoga air yang berperan sebagai sumber kehidupan ini juga akan tetap terus hidup dengan penanggulangan terbaik versi masing-masing individu akan kebersihan lingkungannya sehingga akan terus terjadi suatu timbal balik antara air dan makhluk hidup, dan tidak akan ada pula hal-hal yang harus rusak akibat tidak sesuainya faktor-faktor dalam sirkulasi air dan kehidupan manusia. Sehingga seluruh keturunan kita nanti masih bisa menikmati sebuah anugerah terbaik yang telah diberikan Tuhan ini.